Neraka bagi si Pembunuh dan yang Terbunuh

Dari Al Ahnaf bin Qais: Aku pergi untuk membantu lelaki itu (Ali r.a.), dan di perjalanan aku bertemu Abu Bakar yang bertanya kepadaku, "Ke mana engkau hendak pergi?" Aku menjawab, "Aku hendak pergi untuk membantu lelaki itu." Ia berkata, "Kembalilah, sebab aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Bila dua orang muslim bertemu dengan pedang mereka, maka (keduanya) si pembunuh dan yang terbunuh akan berada di Neraka.' Aku berkata, 'Ya Rasulullah! Tidak mengapa untuk si pembunuh, namun bagaimana dengan yang terbunuh?' Beliau berkata, 'Yang terbunuh telah memiliki hasrat untuk membunuh lawannya.'"

Narrated Al-Ahnaf bin Qais: I went to help that man (i.e., 'Ali), and on the way I met Abu Bakra who asked me, "Where are you going?" I replied, "I am going to help that man." He said, "Go back, for I heard Allah's Messenger saying, 'If two muslims meet each other with their swords, then (both) the killer and the killed one are in the (Hell) Fire.' I said, 'O Allah's Messenger! It is alright for the killer, but what about the killed one?' He said, 'The killed one was eager to kill his opponent.'"

Sumber: Shahih Bukhari, Darussalaam (CD)

Dosa-dosa yang Paling Besar

Dari Anas bin Malik r.a.: Rasulullah berkata, "Dosa-dosa yang paling besar adalah: (1) Menyekutukan Allah, (2) Membunuh manusia, (3) Bersikap membangkang terhadap orang tua, (4) dan membuat pernyataan palsu," atau dikatakan, "memberikan kesaksian palsu."

Narrated Anas bin Malik r.a.: The Prophet said, "The biggest of Al Kaba'ir (the great sins) are: (1) To join others (as partners) in worship with Allah, (2) to murder a human being, (3) to be undutiful to one's parents, (4) and to make a false statement," or said, "to give a false witness."

Sumber: Shahih Bukhari, Darussalaam (CD)

Perjumpaan dengan-Nya

Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah bersabda, “Allah berkata, ‘Apabila hamba-Ku menyukai perjumpaan dengan-Ku, Aku pun menyukai perjumpaan dengannya; dan apabila ia tidak menyukai perjumpaan dengan-Ku, Aku pun tidak menyukai perjumpaan dengannya.’”

Narrated Abu Hurairah r.a.: Allah’s Messenger said, “Allah said, ‘If My slave loves the Meeting with Me, I too love the Meeting with him; and if he dilikes the Meeting with Me, I too diliske the Meeting with him.’”

Sumber: Shahih Bukhari, Darussalaam (CD)

Mematuhi Nabi

Dari Abu Hurairah r.a.: Rasulullah berkata, "Tinggalkan aku (jangan bertanya kepadaku mengenai hal-hal yang tidak kusebutkan atau jelaskan kepadamu) seperti aku meninggalkanmu, sebab orang-orang sebelum kamu mengalami kehancuran karena pertanyaan-pertanyaan dan perselisihan mereka dengan nabi-nabi mereka. Maka, jika aku melarangmu melakukan sesuatu, jauhilah. Dan bila aku memerintahkanmu untuk melakukan sesuatu, maka lakukanlah semampumu."

Narrated Abu Hurairah r.a.: The Prophet said, "Leave me (don't ask me about things which I don't mention or explain to you) as I leave you, for the people who were before you were ruined because of their questions and their differences over their Prophets. So, if I forbid you from doing something, then keep away from it. And if I order you to do something, then do of it as much as you can."

Sumber: Shahih Bukhari, Darussalaam (CD)

Amanah Rasulullah

Dari Aisyah r.a.: Barangsiapa mengatakan padamu bahwa Rasulullah menyembunyikan sesuatu dari wahyu yang diturunkan, jangan percaya padanya, sebab Allah Ta’ala berfirman,

“Hai Rasul (Muhammad)! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu. Dan jika kamu tidak mengerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya…” (Qs. 5:67)

Narrated ‘Aishah r.a.: Whosoever tells you that the Prophet concealed something of the Divine Revelation, do not believe him, for Allah Ta’ala said:

“O Messenger (Muhammad)! Proclaim (the Message) which has been sent down to you from your Lord. And if you do not, then you have not conveyed His Message…” (V. 5:67)


Sumber: Shahih Bukhari, Darussalaam (CD)

Membalas Kekasaran Musuh dengan Permohonan Ampunan

Dari Abi Abdirrahman Abdillah ibni Mas'ud ra berkata, "Seolah aku masih melihat Rasulullah SAW tengah menceritakan seorang nabi di antara para nabi shalawatuhu wa salamuhu alaihim yang dipukul oleh kaumnya hingga berdarah. Nabi itu lalu menyeka darah dari wajahnya seraya berdoa,"Ya Allah, ampunilah kaumku, karena mereka tidak tahu"". (HR. Muttafaqun 'alaihi)

On the authority of Abu 'Abdul - Rahman 'Abdullah bin Mas'ud (may Allah be pleased with him) who reported: I can still recall as if I am seeing the Messenger of Allah (may peace be upon him) resembling one of the Prophets whose people scourged him and shed his blood, while he wiped blood from his face, he said: "O Allah! Forgive my people, because they certainly do not know." (Reported by Al - Bukhari and Muslim)

Penjelasan:
1. Kisah tentang kesabaran para nabi dalam menanggung siksaan ketika menyampaikan dakwah kepada manusia.

2. Di antara akhlaq nabi adalah menjawab kejahilan dengan permohonan ampun dan toleransi 3. Anjuran untuk tidak meladeni kekasaran orang jahil dengan tindakan yang seperti mereka lakukan.

Sumber: Shahih Bukhari, Darussalaam (CD)

Sampai Matahari Terbit dari Arah Barat

Dari Abi Musa Abdullah bin Qais Al-Asy'ari ra dari Nabi SAW berkata, "Sesungguhnya Allah SWT tetap mengulurkan tangannya pada malam hari agar orang yang bermaksiat pada siangnya bertaubat. Dan masih mengulurkan tanggannya pada siang hari agar orang yang bermaksiat pada malam hari bisa bertaubat. Sampai matahari terbit dari arah barat (terjadinya kiamat)." (HR Muslim)

On the authority of Abu Musa 'Abdullah bin Qais Al - Ash'ari (may Allah be pleased with him) who narrated that the Messenger of Allah (may peace be upon him) said: "Allah, the Exalted, will continue to stretch out His Hand in the night so that the sinners of the day may repent, and continue to stretch His Hand in the daytime so that the sinners of the night may repent, until the sun rises from the west." (Reported by Muslim)

Penjelasan :
1. Bahwa rahmat Allah dan permaafaannya untuk hamba-Nya berlaku sepanjang zaman, bukan hanya untuk masa tertentu saja.

2. Anjuran untuk segera bertaubat bila jatuh pada maksiat baik malam hari atau siang hari.

3. Diterimanya taubat terus berlaku selama pintunya masih terbuka.

4. Pintu taubat akan ditutup pada saat kiamat terjadi, yang dimulai dengan terbitnya matahari dari arah barat sebagai tanda kiamat kubra.


Sumber: Shahih Bukhari, Darussalaam (CD)